Analisis Kebisingan Kawasan Pemukiman di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Desa Labasiano Kecamatan Buko Tahun 2022
Analysis of Housing Noise Around PLTD Labasiano Village, Buko District in 2022
DOI:
https://doi.org/10.51888/jpmeo.v1i3.175Keywords:
Pemukiman, intensitas kebisingan, pembangkit listrikAbstract
Bunyi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tempat kerja.Bahkan bunyi yang kita tangkap melalui telinga merupakan bagian dari kerja, misalnya bunyi telepon, bunyi mesin cetak, dan lain sebagainya.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat kebisingan di Kawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano. Jenis penelitian ini yaitu Deskriptif dan lokasi penelitian di kawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano. Kemudian sampel pada penelitian ini yaitu wilayah ditentukan dengan menggunakan GPS dan sesuai SNI 8427 tahun 2017 terdapat 3 titik pengukuran dengan radius 10, 25, 25 (M).pengambilan data dilakukan dengan lembar pengambilan data KMNLH No. 48 Tahun 1996. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kebisingan dikawasan pemukiman sekitar PLTD desa Labasiano melebihi standar baku mutu kebisingan dikawasan pemukiman dimana hasil didapatkan >55 dBA atau pada Titik 1= 77,35, Titik 2= 72,13, dan Titik 3= 65,97. Saran bagi penentu kebijakan, baik puskesmas, maupun DLH, dan masyarakat agar dapat melakukan penanggulangan kebisingan dikawasan pemukiman desa Labasiano.
Sound is something that we cannot avoid in our daily lives, including in the workplace. Even the sound that we perceive through our ears is part of work, for example the sound of a telephone, the sound of a printing press, and so on. This study aims to determine the noise level in Residential area around the Labasiano village PLTD. This type of research is descriptive and the research location is in a residential area around the PLTD of Labasiano village. Then the sample in this study is the area determined using GPS and according to SNI 8427 of 2017 there are 3 measurement points with a radius of 10, 25, 25 (M). Data collection was carried out using the KMNLH data collection sheet No. 48 of 1996. The results of this study indicate that the noise level in the residential area around the Labasiano village PLTD exceeds the noise quality standards in residential areas where the results obtained are >55 dBA or at Point 1 = 77.35, Point 2 = 72.13, and Point 3 = 65,97. Suggestions for policy makers, both health centers, and DLH, and the community to be able to carry out noise control in the residential area of Labasiano village.
References
Menteri Negara Lingkungan Hidup. (1996). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 Tentang Baku Mutu Kebisingan. 48, 7.
Sapriana, Hasanudin, Sasmita, H., & Agustina, E. (2021). Gambaran Kebisingan dan Keluhan Masyarakat di Sekitar PT. Martadinata Indah Tambang Alindau Kabupaten Donggala. Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(2), 40–45. https://doi.org/10.33860/bjkl.v1i2.630
Uswatun Hasanah, Zulfikar Ali As, M. (2016). TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR PLTD MUARA TEWEH. 66(januari), 37–39.
Vladimir, V. F. (2018). Analisis Waktu Kebisingan PT. Riau Power Unit PLTG/U Pekanbaru Dengan Metode Noise Mapping. Gastronomía Ecuatoriana y Turismo Local., 1(69), 5–24.
Wahyudi, B. (2018). Analisis Kebisingan Di Kawasan Industri PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Kabupaten Tuban. Swara Bhumi E-Journal Pendidikan Geografi FIS Unesa, 5(6).
Yusnita Lalusu, E., Herawati, H., & Kodim, N. (2018). Climate Change And Dengue Hemorrhagic Fever In Banggai Regency. 9(PHICo 2017), 148–152. https://doi.org/10.2991/phico-17.2018.10
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2023 Bambang Dwicahya, Sofyan Huraerah, Sandy Novrianto Sakati, Dwi Wahyu Balebu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.